Analisa Beta dan BCG Matrix


  PROFIL SINGKAT PERUSAHAAN





 PT.INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA Tbk (Indocement) didirikan pada tahun 1985 sebagai salah satu produsen semen terbesar di Indonesia yang memproduksi berbagai jenis semen berkualitas, termasuk produk semen khusus. Indocement mengoperasikan 12 pabrik secara terpadu dengan total kapasitas produksi terpasang sebesar 17,1 juta ton semen per tahun, sembilan di antaranya berlokasi di Citeureup, Bogor, Jawa Barat; dua di Palimanan, Cirebon, Jawa Barat; dan satu di tarjun, Kotabaru, Kalimantan Selatan. Jumlah karyawan 5.858 karyawan dan memproduksi Semen Komposit Portland (Portland Composite Cement/PCC) dan Semen Ordinary Portland (OPC) Tipe I, Tipe II dan Tipe V. Sebagian besar produksi adalah PCC. Di Citeureup, Indocement juga memproduksi Semen Sumur Minyak (Oil Well Cement) yang dipakai di industri migas, serta Semen Putih (White Cement), yang biasa dipakai untuk bangunan rumah, dan White Mortar TR30. Indocement adalah satu-satunya produsen semen putih. Seluruh produk Indocement memenuhi spesifikasi industri Standar Nasional Indonesia (SNI), American Standard (ASTM), American Petroleum Institute (API) maupun European Standard (EN197-1). Produk-produk dipasarkan dengan merek dagang "Tiga Roda".
Indocement memiliki visi  menjadi pemimpin pasar semen yang berkualitas dan pemain penting di bidang beton siap-pakai di dalam negeri. Misi Indocement adalah berkecimpung dalam bisnis penyediaan papan, semen dan bahan bangunan yang terkait, serta jasa terkait yang bermutu dengan harga kompetitif dan tetap memperhatikan pembangunan berkelanjutan. Salah satu tujuan strategis Indocement adalah untuk melampaui standar yang ditetapkan. Dengan demikian, Perseroan akan dapat dikenal sebagai produsen semen yang memiliki kualitas terbaik di pasar Indonesia.
Indocement selain mempunyai beberapa pabrik, juga mempunyai 8 anak perusahaan. Anak perusahaann yang dimiliki yaitu PT Dian Abadi Perkasa, PT Pionirbeton Industri, PT Indomix Perkasa, PT Gunung Tua Mandiri, PT Bahana Indonor, PT Mandiri Sejahtera Sentra, PT Mineral Industri Sukabumi, PT Multi Bangun Galaxy dan 3 investasi lain, yaitu PT Pama Indo Mining, Stillwater Shipping Corporation, PT Cibinong Center Industrial Estate.
Indocement menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) salah satunya yaitu mendukung upaya Pemerintah Indonesia mencapai Sasaran Pembangunan Milenium (Millenium Development Goals – MDG) untuk pengentasan kemiskinan sampai tahun 2015.
Selama masa beroperasi Indocement telah menerima beberapa penghargaan, pengakuan dan prestasi, antara lain Indocement menerima Peringkat Emas untuk Pabrik Citeureup dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) periode 2008-2009. Selain itu, Pabrik Palimanan memperoleh PROPER Peringkat Hijau. PROPER merupakan prakarsa Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia untuk mendorong kinerja manajemen lingkungan di kalangan perusahaan. Indocement merupakan salah satu dari dua perusahaan yang berhasil menerima Peringkat Emas sejak dimulainya PROPER tahun 2002.




PT. INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA Tbk (INTP) sebagai salah satu produsen semen di Indonesia, didirikan pada tahun 1985 dengan memiliki 3 SBU (Strategic Bisnis Units) berdasarkan produk, yaitu Semen, Beton Siap Pakai dan Agregat.
Dari hasil perhitungan regresi antara return saham INTP dengan IHSG, didapatkan nilai beta di atas 1 sebesar 1,0228. Hasil tersebut menunjukkan bahwa secara keseluruhan IHSG berpengaruh terhadap return saham INTP.  Nilai koefisien beta yang tinggi berarti kenaikan pasar IHSG sebesar 100% akan mengakibatkan saham INTP juga mengalami kenaikan sebesar 102,28%. Nilai beta yang lebih besar dari 1 menandakan bahwa saham INTP memiliki tingkat keuntungan yang tinggi, yang disertai dengan risiko yang tinggi pula. Berdasarkan analisis dari nilai rata-rata, standar deviasi dan beta saham, saham INTP merupakan salah satu pilihan investasi yang baik dalam jangka pendek.

The BCG Growth-Share Matrix adalah sebuah perencanaan portofolio model yang dikembangkan oleh Bruce Henderson dari Boston Consulting Group pada tahun 1970 awal. Hal ini didasarkan pada pengamatan bahwa unit bisnis perusahaan dapat diklasifikasikan ke dalam empat kategori berdasarkan kombinasi dari pertumbuhan pasar dan pangsa pasar relatif terhadap pesaing terbesar, maka nama "pertumbuhan-berbagi" yaitu Dog, Question Mark, Star dan Cash Cow. Semen, Beton Siap Pakai dan Agregat merupakan SBU (Strategic Bisnis Units) berdasarkan produk milik INTP. Semen, termasuk dalam kategori Cash Cow berdasarkan data volume penjualan dan dari pertumbuhan pangsa pasarnya yang mengalami peningkatan serta mampu bersaing dan menjadi pemimpin pasar. Beton Siap Pakai dan Agregat, merupakan nilai tambah produk INTP. Termasuk dalam kategori Question Mark, karena pertumbuhan pangsa pasar masih dalam tahap bertumbuh. Jika produk Beton Siap Pakai dan Agregat dapat dikelola dengan baik, maka dapat menjadi daya tarik bagi investor untuk ke depannya.









  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pentingnya Manajemen Resiko (Management Risk)

Saya menulis ini karena hari kemarin saya hampir saja mengalamai bencana besar. Ini bukan bencana gempa bumi, banjir bandang atau angin puting beliung lho. Tapi bencana karena kehilangan data penting di laptop. Dikarenakan notebook nya hang, terpaksa saya hard reset. Namun yang terjadi setelah itu outlook nya tidak bisa dibuka karena file outlook.pst yang merupakan archieve dari semua email hilang. Mungkin juga bisa disebabkan bad sector pada hardisk. Wah semua data penting saya selama 3 tahun hilang. File tersebut bahkan sudah berukuran 2Gigabyte lebih. Bagi saya ini merupakan bencara besar. Untung lah data itu bisa diselamatkan melalui beberapa tools, antara lain software Easy Recovery. Saya salut pada software ini karena sangat handal dalam penyelematan data kita yang hilang, meski hardisk kita sudah terformat bahkan partisi drive kita rusak. Padahal sebelum kejadian saya berencana untuk melakukan backup data ke DVD Rom. Karena saya sangat menyadari bahwa Harta Paling Berharga dalam notebook saya adalah CONTENT-nya (data dan file-file).
Namun itu lah bencana (Disaster). Bencana merupakan kejadian yang waktu terjadinya tidak dapat diprediksi dan bersifat merusak. Karena sifatnya yang tiba-tiba dan tidak diharapkan ini maka itu lah pentingnya perencanaan dalam mengantisipasi terjadinya bencana. Saya bayangkan kejadian di tsuname di Aceh. Semua infrarstruktur hancur yang tentunya ikut menghilangkan semua dokuman dan berkas-berkas. Kantor pemerintahan habis tersapu tsunami. Seandaianya data kependudukan, data pertanahan dll nya hilang maka proses pemulihannya dan aktivitas penyelamatannya akan sangat berat. Mungkin kondisi pemerintah Aceh waktu seperti membangun negara baru dari 0. Oleh karena itu penting sekali bagi pemerintah daerah memiliki data digital yang dapat dibackup secara mudah. Selain itu juga menyiapakan sistem yang mampu meminimalkan resiko ketika terjadi bencana (disaster recovery plan).
Sama seperti dalam organisasi bisnis, sekarang ini manajemen resiko sudah menjadi concern utama. Resiko sendiri pada dasarnya ada 2 sifat, pertama resiko yang sulit dikendalikan dan resiko yang dapat dikendalikan. Resiko yang sulit dikendalikan oleh perusaaan adalah kebakaran, pengrusakan/kriminal. Oleh karena itu untuk melindungi kita bisa gunakan Asuransi. Sedangkan resiko yang dapat dikendalikan misalkan resiko ketika membeli suatu perusahaan, meluncurkan produk baru, dll.
Saya sendiri belum pernah mengikuti seminar/workshop/kuliah mengenai manajemen resiko secara khusus sehingga pemahaman saya masih cukup kurang. Namun seingat saya dari sebuah buku yang pernah saya baca perusahaan harus lah proaktif dalam memperlakukan resiko. Perusahaan juga harus dapat melakukan assestment terhadap resiko dan jenis-jenisnya sehingga nantinya mereka dapat meminimalisir effort dan biaya ketika terjadi losses (kerugian). Contoh : jenis resiko karena Masalah kualitas, maka dampak awal adalah menarik kembali barang bahkan kehilangan pelanggan. Dampak akhir adalah kerugian keuangan dan menurunnya omset/laba.
Ada tahapan dalam pengendalian resiko, yaitu :
1. Kesadaran terhadap resiko; Intinya manajemen perusahaan harus menyadari bahwa dalam bisnis ada resiko. Resiko pun tidak hanya berdampak materi namun juga bisa bersifat strategis, misalkan adanya perubahan kebijakan pemerintah, perubahan tren teknologi atau mungkin dari faktor pelanggan. Dengan kesadaran ini maka diharapkan perusahaan bersifat proaktif dalam perencanaan pengendalian resiko
2. Menentukan prioritas; yaitu menetapkan resiko mana yang memiliki prioritas paling tinggi melalui identifikasi bahaya yang ditimbulkan. Langkah ini adalah upaya untuk mengaudit dan mengukur resiko.
3. Mencegah terjadinya resiko; langkah ini bisa dilakukan melalui
- meminimalkan resiko di tiap aspek organisasi (produksi, pemasaran, keuangan, dll)
- memindahkan resiko (seperti membeli asuransi untuk melindungi aset)
- menyebarkan resiko (misal dengan portofolio, diversifikasi, membangun subsidiary, dll)
Di perusaaan yang sudah mapan, saat ini sudah banyak yang memiliki bagian khusus seperti Risk Manager yang berfungsi untuk identifikasi, assestmen, monitoring resiko dan membuat langkah dan kebijakan yang diperlukan. Namun memang profesi ini masih terbilang baru.
Mari kita aware terhadap resiko yang ada disekitar kita.
Ditulis oleh,
Yuda Wicaksana Putra
April 9, 2008

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS