ANALISA BISNIS DAN RISIKO PERUSAHAAN LOKAL


I.                   PROFIL RUMAH MAKAN JINEMO
            JINEMO, sebuah nama rumah makan yang tidak asing lagi di daerah Babarsari Kledokan. JINEMO adalah nama sebuah bisnis rumah makan yang dimiliki oleh Bapak Arnoldus Mau, yang berasal dari Kupang, NTT. Bapak Arnoldus Mau memulai bisnis ini sejak Agustus tahun 1997 dengan pelanggan utamanya adalah mahasiswa. Bapak Arnoldus memilih bisnis rumah makan ini karena tuntutan ekonomi dari ayahnya yang ingin untuk anaknya tinggal di Jawa berkumpul bersama keluarga. Dalam mengelola JINEMO, Beliau dibantu oleh adik perempuannya.
Awalnya, rumah makan ini terletak di teras rumahnya dan sekarang berkembang di seberang jalan tepat di seberang rumahnya dengan lahan yang dikontrak seluas lebih dari 600m2. JINEMO tidak pernah menggunakan promosi yang berlebihan atau dengan menyebarkan brosur dan semacamnya, hanya dari mulut ke mulut oleh mahasiswa.
JINEMO menawarkan konsep rumah makan yang nyaman seakan para konsumen sedang makan di rumah mereka sendiri dengan ruang terbuka yang diberi tirai bambu serta tersedia 30 meja makan. Kita dapat menikmati udara segar dan melihat pemandangan sawah yang hijau yang didukung lokasinya berada di sebelah sawah milik penduduk desa.
Kegiatan operasional dimulai dari pukul 08.00-21.00WIB, setiap hari Minggu hingga Jumat dan pada hari Sabtu kegiatan operasional libur. Menu yang disajikan terbagi menjadi 2 jenis, yaitu menu prasmanan dan menu tambahan. Menu prasmanan yaitu dengan berbagai macam menu masakan yang setiap harinya disediakan dengan masakan yang berbeda agar pelanggan tidak bosan, antara lain ayam bakar, telur sambal, bakwan jagung, sayur bayam, bakmi goreng, rolade, ikan goreng, dan sebagainya. Menu tambahan terdiri dari tahu penyet, tempe penyet, telur tempe penyet, ayam, lele, ayam kremes,dan sebagainya. Pembayaran dilakukan setelah kita menikmati menu makanan tambahan yang kita pesan atau menu prasmanan.
JINEMO memilki beberapa karyawan dengan terbagi menjadi karyawan tetap dan karyawan part time. Karyawan tetap direkrut dari Kupang yaitu anak-anak yang putus sekolah dengan kontrak 3tahun. Karyawan part time direkrut dari penduduk sekitar, yang biasanya ibu-ibu yang berusia 50tahun ke atas dengan jam kerja dari pukul 08.00-16.00.WIB.
Bapak Arnoldus Mau sadar bahwa bisnis keluarganya ini berada ditengah-tengah kehidupan masyarakat desa, sehingga Beliau sadar akan tanggung jawab sosial. Tanggung jawab sosial yang Beliau lakukan, antara lain membiayai sekolah untuk beberapa karyawan tetap, berkontribusi dalam kegiatan desa seperti menyajikan makanan dan minuman saat warga desa kerja bakti, memberikan kesempatan warga sekitar untuk turut menjadi bagian rumah makan JINEMO yaitu dengan menjadi karyawan part time, memenuhi kebutuhan sehari-hari dan tempat tinggal untuk karyawan tetap, seperti sabun mandi, sampo, makan sehari-hari, dan sebagainya, serta rekreasi dengan karyawan diakhir tahun. Bapak Arnoldus dan keluarga berharap bisnis rumah makan ini dikemudian hari dapat lebih berkembang dengan membuka cabang-cabang JINEMO.



II.                ANALISA RISIKO PERUSAHAAN
Dalam menjalankan suatu bisnis kita seringkali dihadapkan pada dua jenis hasil, bisnis yang berhasil dan yang gagal. Pada beberapa contoh bisnis seringkali kita temui bisnis yang gagal, namun banyak juga bisnis yang mengalami kesuksesan seperti yang sedang dialami oleh rumah makan JINEMO. JINEMO merupakan jenis usaha dalam bidang rumah makan. Dalam setiap bisnis akan menghadapi suatu kesempatan maupun risiko, begitu pula yang dihadapi oleh rumah makan ini. Dalam pembahasan kali ini lebih menitik beratkan pada analisa risiko yang dihadapi suatu usaha, contohnya JINEMO. Dalam tugas kelompok Dwi Hartanto dkk. pada tahun 2005, memaparkan bahwa analisa risiko memiliki tiga tujuan: mengidentifikasikan risiko, menghitung dampak dari ancaman, dan memberikan perbandingan biaya atau manfaat antara dampak risiko dengan biaya.
Pada beberapa situasi, risiko dapat berdampak negatif terhadap perusahaan. Oleh karena itu, risiko harus dikelola supaya dapat menghilangkan atau meminimalkan dampak negatif yang akan diterima. Maka manajemen risiko sangat diperlukan untuk mengelola risiko yang sedang dihadapi dan yang akan muncul.
Sebelum melakukan analisa terhadap risiko, akan dibahas terlebih dahulu mengenai pengertian risiko dan manajemen risiko. Menurut Dr. Mahmud M. Hanafi pada buku Manajemen Risiko, risiko didefinisikan dengan berbagai cara, yaitu sebagai kejadian yang merugikan serta kemungkinan hasil yang diperoleh menyimpang dari yang diharapkan. Risiko timbul karena munculnya ketidakpastian, yang disebabkan kurangnya informasi. Risiko yang dihadapi JINEMO hampir sama dengan yang dihadapi oleh usaha bisnis yang serupa (rumah makan). Manajemen risiko adalah proses identifikasi risiko, memperkirakan risiko, dan mengambil langkah untuk mengurangi risiko pada level yang dapat diterima (NiaSaurina, Pendahuluan Manajemen Risiko, 2007).
JINEMO memiliki kesempatan untuk membuka rumah makan di daerah sekitar Babarsari, namun dalam menjalankan bisnis ini rumah makan JINEMO menghadapi berbagai risiko. JINEMO setiap harinya mengalami ketidakpastian akan keadaan sekitarnya, seperti keadaan alam dan lingkungan sosial. Risiko yang paling sering dihadapi adalah risiko tipe spekulatif, yaitu adanya potensi untuk mengalami kerugian atau keuntungan. Risiko spekulatif yang dihadapi seperti risiko pasar (harga bahan baku yang berfluktuasi), risiko likuiditas (tempat usaha disewa berdasarkan kebijakan), dan risiko operasional (keamanan dan pelayanan).
Suatu proses dasar manajemen risiko terdiri dari tiga tahap, yaitu mengidentifikasi risiko, mengevaluasi risiko dan yang terakhir mengendalikan risiko. Untuk lebih dapat mengidentifikasikan risiko dapat melakukan pengamatan terhadap sumber-sumber risiko. Menentukan sumber risiko penting, karena mempengaruhi cara penanganannya atau pengelolaan risiko. Sumber-sumber risiko dapat diklasifikasikan sebagai lingkungan sosial, politik, operasional, ekonomi, dan lingkungan fisik.
Sumber pada lingkungan fisik adalah hujan angin atau badai, dan kemungkinan pengrusakan. Ketika terjadi hujan angin atau badai, air hujan masuk ke dalam rumah makan dan membuat beberapa meja tidak dapat digunakan semestinya. Cara yang digunakan untuk mengurangi risiko hujan angin atau masuk dengan memberikan tirai bambu supaya dapat menahan sebagian besar air hujan yang menerobos masuk. Selain itu lokasi yang berada di samping persawahan, risiko yang memungkinkan adalah masuknya ular ke dalam rumah makan ini. Pemilik JINEMO melakukan pencegahan supaya tidak terjadi risiko tersebut, dengan memberikan batasan atau pagar dengan menaburkan garam secukupnya yang menghalangi jalan masuknya ular.
Pada sumber risiko pada lingkungan sosial sebagian besar dari kemungkinan pencurian, selanjutnya konflik dengan warga sekitar. Kemungkinan pencurian yang paling besar dikarenakan sistem pembayaran yang diterapkan oleh rumah makan tersebut, yaitu membayar setelah selesai makan. Mereka menerapkan kepercayaan dalam sistem pembayaran, karena ingin membuat para konsumen nyaman serasa berada di rumah. Para konsumen yang merasa lapar tidak perlu dipusingkan dalam mengantri dan membayar terlebih dahulu, sehingga mereka langsung dapat menikmati makanan dengan banyaknya porsi yang diingini. Ketika menerapkan kepercayaan, maka ada kemungkinan kepercayaan tersebut dimanfaatkan misalnya dengan tidak membayar sesuai yang dikonsumsi atau tidak membayar sama sekali.
Risiko yang bersumber pada lingkungan politik juga dihadapi JINEMO adalah kemungkinan terjadinya konflik dengan warga sekitar. Karena bila terjadi konflik dengan warga sekitar maka akan berakibat pada keberlangsungan rumah makan JINEMO. Tanah yang digunakan untuk lahan usaha rumah makan merupakan hasil dari perjanjian atau kontrak dengan Kepala Desa setempat yang sedang menjabat, ketika terjadi pergantian posisi maka kebijakan mengenai perpanjangan kontrak lahan tersebut tergantung oleh Kepala Desa yang baru. Bila tidak dapat menjalin hubungan yang baik dengan warga sekitar maka ketika salah satu warga menjabat menjadi Kepala Desa akan menghentikan kontrak selanjutnya dan menghambat keberlangsungan usaha.
Selanjutnya risiko yang bersumber pada lingkungan operasional adalah api. Setiap rumah makan yang tempat masaknya berdekatan dengan kegiatan operasioanal akan menghadapi risiko kebakaran. Bila tidak hati-hati dalam memasak dan menggunakan peralatan yang sesuai standar keamanan akan memperbesar kemungkinan terjadinya kebakaran, seperti yang terjadi belakangan ini yaitu terjadinya peledakan tabung gas elpiji.
Risiko peralatan makan hilang atau rusak juga dihadapi oleh rumah makan ini. Ketika piring atau gelas yang disediakan banyak yang rusak juga dapat menghambat kegiatan operasional. Pengelolaan risiko ini menggunakan pendanaan risiko, mendanai sendiri ketika risiko tersebut muncul. Mereka akan membeli atau menyediakan peralatan makanan yang baru setiap beberapa periode.
Kesehatan dan ketersediaan karyawan juga mempengaruhi keberlangsungan operasional. Ketika kesehatan para karyawan memburuk akan berakibat tidak efektifnya pekerjaan mereka dan dapat menghambat kegiatan operasional JINEMO. Ketika menghadapi kekurangan tenaga kerja, maka mereka akan melakukan diversifikasi dengan merekrut beberapa warga sekitar rumah makan maupun cleanning service di kampus-kampus untuk beberapa waktu. Selain melakukan diversifikasi, pemilik rumah makan JINEMO juga memberikan waktu istirahat kepada para karyawan agar kesehatan para karyawan tetap kuat dan tidak mudah terjangkit penyakit. Pencegahan terjadinya kejenuhan kerja juga dilakukan dengan membuat waktu operasional kerja hanya enam hari, satu hari libur bertujuan dapat membuat para tenaga kerja dapat semangat kembali.
Yang terakhir, risiko dari sumber lingkungan ekonomi adalah fluktuasinya harga bahan baku di pasar. Ketika terjadi inflasi harga bahan baku, misalnya pada bulan ramadhan, pemilik tidak dapat menaikkan harga yang sesuai dengan kenaikan harga bahan baku. Contohnya tingkat harga cabai di pasar mengalami kenaikan lebih dari 300%, tetapi rumah makan ini tidak dapat menaikkan tingkat harga sampai 300% juga sehingga ada kemungkinan mengalami kerugian. Ketika ingin menaikkan harga mereka juga khawatir bila konsumen menjadi enggan membeli, karena rumah makan ini juga terkenal dengan harga yang terjangkau.
Rumah makan ini juga menargetkan pendapatan mereka per hari, namun terkadang pendapatan yang didapat tidak sesuai dengan standar yang ditargetkan atau diharapkan. Selisih pendapatan ini berkisar seratus ribu rupiah sampai dua ratus ribu rupiah. Rumah makan ini juga mengalami risiko dalam bidang ekonomi tepatnya keuangan.
Dengan menemukan dan menganalisa sumber-sumber risiko, kita dapat memperoleh gambaran risiko-risiko yang mungkin muncul dan membahayakan sebuah bisnis, seperti pada bisnis rumah makan JINEMO. Disadari atau tidak, ternyata sumber risiko tidak hanya berasal dari sumber risiko-risiko diatas. Kita juga perlu memikirkan risiko-risiko lainnya, antara lain :
1.      Konsumen
 Keluhan dari konsumen yang mengakibatkan kekecewaan dan tidak mau lagi membeli produk perusahaan, konsumen merasa dirugikan kemudian dapat menuntut perusahaan. Bisnis rumah makan seperti JINEMO pernah mengalami hal ini, yaitu keluhan yang diungkapkan pelanggan karena menu yang mereka pesan tidak segera datang. Keterlambatan ini bisa terjadi karena banyaknya pelanggan yang memesan dan karyawan tidak dapat segera membuatkan pesanan tersebut serta terkadang pelanggan memesan minuman tidak dikasir namun memesan kepada karyawan yang terkadang karyawan tersebut lupa.

2.      Pesaing
Pesaing meluncurkan produk baru yang lebih baik, pesaing menurunkan harga yang bisa mengakibatkan persaingan harga yang menurunkan tingkat keuntungan perusahaan. JINEMO memiliki banyak pesaing, yaitu usaha rumah makan di sekitar maupun di luar daerah Babarsari. Ketika JINEMO lebih berkembang, para pesaingnya yaitu sekitar yang membuka usaha bisnis sejenis JINEMO berusaha untuk menjadi lebih dari JINEMO dengan cara yang kurang baik, seperti menyebarkan gosip atau isu bahwa JINEMO menggunakan minyak goreng B2. Padahal minyak goreng yang digunakan JINEMO adalah minyak goreng yang dibeli dari masyarakat sekitar.
Risiko akan selalu ada setiap waktu, maka diperlukan suatu pengelolaan terhadap risiko itu sendiri. Hal yang ditakuti dari kurangnya pengelolaan risiko yang tepat akan berakibat tidak terpenuhinya tujuan perusahaan. Untuk mencegah atau menghindari risiko dapat dengan melakukan proses dasar manajemen risiko.
III.             KESIMPULAN
Risiko didefinisikan dengan berbagai cara, yaitu sebagai kejadian yang merugikan serta kemungkinan hasil yang diperoleh menyimpang dari yang diharapkan. Risiko tidak bisa dihilangkan tetapi bisa di minimalisirkan dengan pengelolaan risiko yang tepat. Risiko yang dihadapi bersumber dari lingkungan internal maupun eksternal. Setelah sumber-sumber risiko diketahui, maka dapat dilakukan pengelolaan risiko.
Risiko yang dihadapi dikelola oleh JINEMO dengan berbagai cara, seperti penghindaran, diversifikasi, serta pendanaan risiko. Penghindaran dilakukan untuk mengelola risiko yang bersumber dari lingkungan fisik (hujan dan ular) dan lingkungan politik (sosialisasi dengan warga). Risiko tenaga kerja bersumber dari lingkungan operasional dikelola dengan melakukan diversifikasi, sehingga kegiatan operasional tetap berjalan. Untuk sumber operasional lain seperti, kerusakan peralatan makan dikelola dengan pendanaan risiko. Namun, beberapa risiko yang dihadapi tidak dikelola dengan baik bahkan dibiarkan, misalnya risiko pencurian.
Rumah makan ini memiliki konsep pelayanan seperti berada di rumah sendiri. Mereka menganut sistem kepercayaan dalam menjalankan bisnis ini, khususnya mengenai sistem pembayaran. Para konsumen membayar setelah mereka selesai mengonsumsi sajian yang ada. Terkadang terdapat beberapa pelanggan tidak membayar sesuai yang dikonsumsi atau tidak membayar sama sekali. Risiko inilah yang belum dapat dikelola dengan baik sampai sekarang. Hal yang ditakuti dari kurangnya pengelolaan risiko yang tepat akan berakibat tidak terpenuhinya tujuan perusahaan. Jadi manajemen risiko sangat penting diterapkan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PROFIL

 

Blog ini dibuat untuk membantu dalam menempuh mata kuliah Manajemen Risiko. Dan yang membuat blog ini adalah Benita Ariani (17127) dan Maruyschka Theodora (17175). Kami berdua merupakan mahasiswi ekonomi manajemen Atma Jaya Yogyakarta angkatan 2008. Berikut profil lengkap kami :


o> BENITA ARIANI (17127/EM)

  TTL : MAGELANG, 24 AGUSTUS 1990
  BUKU : RENUNGAN HARIAN
  LAGU : ROHANI
  HOBI : MARAH-MARAH
  TV : INFOTAINMENT
  AGAMA: KATOLIK

  email: bunmarie_blue@yahoo.co.id

  ben2 y ben2, y seperti ini ^^
  ada yg pro dan ad yg kontra...

  "untuk menggapai langit2 bis ak hny butuh angkat satu jari, tp untuk menggapai semuanya ak butuh campur tangan Tuhan..."=)

Special thanks to: Tuhan Yesus, Bunda Maria, Papa, Mama, Yani, my teddy Steven n Fam, Keluarga besar Mama, Keluarga besar Papa, Icha n Ko2, Teman2...GBU All...^______^


o> MARUYSCHKA THEODORA (17175/EM)
   Ciamis, 15 ApriL 1990
   buKu : apaPun yaNg peNtinG meNyeNangKan..
   Lagu : aLiraN meLow n cLasiC (khususny lagu bikin semangat^^)..
   email : g4lz_lvjc@yahoo.com

 Be thankful for what you have; you’ll end up having more. If you concentrate on what you don’t have, you will never, ever have enough.
   ~ Oprah Winfrey
  GoD aLwaYs be PreSeNt wiTh u..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS